Kamis, 11 Oktober 2012
Motor Vega Zr Juga Bisa jadi Juara
Yamaha Vega-ZR yang digeber M. Irvansyah Putra tak tertandingi di kelas Bebek 4-tak 125 cc standar (MP5). Bahkan rival terdekatnya tertinggal jauh baik di race 1 dan 2. Tepatnya di seri I kejurnas MotoPrix (MP), Region 1 di sirkuit Padang Panjang, Mana, Bengkulu.
Bisa dibilang kemenangan ini sangat langka. Sebab Irvan andalkan motor pahe atau murah di kelas bebek Yamaha. Apalagi diketahui tunggangan ini menggunakan kopling sistem diafragma atau bukan model pegas. Sehingga perlu adanya perubahan bila ingin responsif.
Begitu ditelusuri, terbukti ketangguhan mesin Vega-ZR main di sirkuit berkarakter rolling speed kuncinya terletak pada ubahan kem. Lantaran di kelas ini tidak terlalu banyak ubahan kecuali pembesaran kapasitas silinder.
“Derajat durasinya silakan hitung sendiri. Hasil pengukuran menggunakan busur dan dial gauge, klep in buka 29° sebelum TMA dan menutup 63° setelah TMB,”
ujar Edi Saputra alias Bogel, mekanik Team Yamaha Alfascorpii, Medan.
Untuk klep ex, buka 59° sebelum TMB dan menutup 31° setelah TMA. “Setingan ini pas dengan karakter sirkuit Mana,” jelas Bogel.
Ubahan kem yang berdurasi lebih lama, diakui Bogel, itu karena posisi seting klep in dan out turun 1 mm tanpa geser derajatnya. Namun agar kepala piston tidak ditendang payung klep, coakan di kepala piston dipapas hingga 1,5 mm.
“Buat sirkuit Padang Panjang, dengan spek mesin seperti itu setelan spuyer dipasang agak basah di bawah. Yaitu pilot- jet 65 dan main jet 108,” imbuh Bogel yang pernah training dua bulan pada om Gandhoel di Jogja.
Biar tidak cepat panas, mesin berkapasitas 122,9 cc setelah caplok piston aftermarket 52 mm dengan stroke 57,9 mm, perbandingan kompresi menurut pria kelahiran 1978 ini dibikin sekitar 13,6 : 1. Sehingga power mesin tidak gampang ngedrop waktu digeber masuk tikungan patah.
GANTI KOPLING MX
Seperti dibahas di awal, Vega-ZR aslinya menggunakan kopling diagfragma. Banyak mekanik meragukan untuk bertarung di ajang balap resmi.
“Awalnya seperti itu. Banyak tuner malas duluan bila dapat kerjaan modifikasi mesin Vega-ZR. Tapi, setelah lihat spesifikasi mesin, optimis bisa bikin perubahan. Terutama koplingnya,” imbuh pria berambut ikal ini.
Tanpa pikir panjang, Bogel yang dapat dukungan dari dealar Yamaha Medan dan YMKI melalui Ari Wibisono selaku menager motorsport pun cari akal. “Dipilih rumah kampas kopling Jupiter MX 135LC. Dimensinya paling pas dipakai. Apalagi tetap digandeng pakai gir sekunder asli Vega-ZR. Namun begitu, tuas persneling dan stut pengungkit di bak kopling wajib dimodifikasi. Sehingga kampas kopling bisa bebas dan mentransfer daya,” ujar Bogel.
Memaksimalkan Handling Yamaha Vega Zr
Seperti kita ketahui, motor Yamaha memang terkenal dengan kemampuan handlingnya yang luar biasa.
Tapi hal ini terkesan tidak berlaku apabila kita mengendarai Yamaha Vega Zr. Sebagai pemilik Vega Zr, saya juga merasakan kalau handling motor ini tidak terlalu hebat, hal ini tidak seperti saudara - saudaranya yang lain di line Yamaha.
Untuk itu disini saya akan berbagi pengalaman dan tips untuk meningkatkan performa handling motor berkapasitas 115cc ini.
Hal pertama yang jadi perhatian adalah sebaiknya kita mengganti ukuran ban motor ini dengan tapak yang lebih lebar, namun agar pengedaliannya tidak menjadi berat ada baiknya apabila kita menggantinya dengan ban yang menggunakan ukuran metrik.
Sebagai gambaran, untuk ukuran standar ban motor ini 70/90 didepan dan 80/90 dibelakang. Agar handling yang mumpuni bisa kita raih, ada baiknya kita menaikan ukuran tapak ban motor ini menjadi 80/80 didepan dan 90/80 dibelakang. Hal ini dikarenakan dengan tapak ban yang lebih lebar, diharapakan kita dapat mendapatkan center point ban yang lebih luas pada saat menikung dan mengganti tinggi ban dari yang standar, hal ini dikarenakan dengan adanya perubahan lebar tapak ban, maka berat ban juga akan bertambah. Jadi untuk mengurangi bobot ban yang sekaligus akan berpengaruh terhadap bobot pengendalian, maka ada baiknya apabila kita mengubah tinggi ban tersebut menjadi lebih pendek dari standarnya.
Setelah mengganti ukuran ban, sekarang fokus kita adalah suspensi.
Mungkin sebagian pengguna Vega Zr akan merasakan kalau motor ini kadang mengalami sedikit sliding pada saat kita bawa berbelok rebah, hal ini dikarenakan shockbreker belakang motor ini terlalu empuk sehingga pada saat center ponit ban berada disisi ban, maka ban akan bergerak seolah memantul. Untuk mengakali hal ini, ada baiknya apabila kita mensetting suspensi belakang motor ini agar lebih keras, hal ini ditujukan agar efek memantul pada saat berbelok dapat diminalisir, begitupun dengan suspensi depan yang kita setting agar lebih keras dengan cara menambah volume oli shock agar rebound yang didapat seirama dengan suspensi belakang yang telah kita ubah.
Demikian info tentang meningkatkan performa handling motor Yamaha Vega Zr semoga dapat membantu teman teman yang masih cinta kepada motor kelas ekonomi ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

